berita

FID Lapangan Gas Duyung Disetujui, SKK Migas Targetkan Produksi 120 MMSCFD dari WK Mako Natuna

Selasa, 3 Maret 2026 | 16:57 WIB
FID Lapangan Gas Duyung Disetujui, SKK Migas Targetkan Produksi 120 MMSCFD dari WK Mako Natuna


Jakarta, MAHATVA.ID – Kabar baik datang dari sektor hulu migas nasional. Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengumumkan telah disetujuinya Final Investment Decision (FID) untuk pengembangan Lapangan Gas Duyung di Wilayah Kerja (WK) Mako.

Persetujuan FID tersebut secara resmi ditandai dengan pemukulan gong oleh Laode Sulaiman selaku Direktur Jenderal Migas, di Kantor SKK Migas, Jakarta.

Lapangan Duyung berada di lepas pantai Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, dengan kedalaman laut sekitar 80 meter. Proyek ini dioperasikan oleh West Natuna Exploration Limited (WNEL) sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) WK Mako.

Produksi 120 MMSCFD, Perkuat Pasokan Gas Nasional

Dengan disetujuinya FID, proyek Lapangan Duyung resmi memasuki tahap konstruksi dan eksekusi penuh. Target produksi awal ditetapkan sebesar 120 MMSCFD (million standard cubic feet per day) guna mendukung peningkatan pasokan gas nasional serta memperkuat ketahanan energi Indonesia.

Acara pengumuman FID turut dihadiri jajaran manajemen SKK Migas, Presiden Direktur WNEL Mr. Miltos, serta Hasyim S. Djojohadikusumo selaku CEO Arsari Group dan Presiden Direktur Nations Natuna Barat (pemegang 75% saham Blok Mako).

Hadir pula Direksi PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) sebagai pembeli gas sekaligus pihak yang membangun pipa WNTS–Pemping Batam, jajaran Direksi Bank Negara Indonesia (BNI) sebagai penyandang dana, Chairman Conrad Asia Energy Mr. Peter Botten, serta Presiden Direktur Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) sebagai penyedia rig pengeboran pengembangan Lapangan Mako.

Gas Natuna untuk Domestik, Tonggak Ketahanan Energi Nasional

Proyek ini menjadi momentum strategis karena untuk pertama kalinya gas dari wilayah Natuna dapat dimanfaatkan untuk kepentingan dalam negeri. Selama ini, potensi gas Natuna belum optimal terserap pasar domestik akibat keterbatasan infrastruktur.

Sebelum FID disetujui, sejumlah perjanjian penting telah diselesaikan, termasuk Tie-in Agreement dengan Medco Natuna dan Star Energy Natuna.

Saat ini juga tengah berlangsung pembangunan pipa dari West Natuna Transportation System (WNTS) menuju Pulau Pemping yang akan mengalirkan gas dari Lapangan Duyung Mako. Pipa tersebut dibangun oleh PT PLN atas penugasan Menteri ESDM dengan kapasitas 300 MMSCFD.

Pipa WNTS–Pemping ditargetkan selesai pada Juni 2026 setelah sempat mangkrak hampir 10 tahun. Infrastruktur ini nantinya memungkinkan DMO gas dari para KKKS di laut Natuna dapat dialirkan ke Batam.

Perjalanan Panjang WK Mako

Sebagai informasi, perjalanan proyek WK Mako berlangsung cukup panjang:

  • PSC WK Mako diteken tahun 2007
  • Discovery gas pada 2017
  • POD-1 disetujui tahun 2019
  • Revisi POD-1 tahun 2022
  • GSA tahun 2025
  • FID tahun 2026

Dengan terealisasinya FID Lapangan Gas Duyung, SKK Migas optimistis proyek ini akan berjalan lancar, aman, dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan lifting migas nasional.

Lifting naik, bisa bisa bisa!

Terkini