berita

Kementerian PU Targetkan Perbaikan Jalan Gandaria–Cilodong hingga Parung Bogor Rampung dalam Sebulan

Selasa, 3 Maret 2026 | 08:38 WIB
Kementerian PU Targetkan Perbaikan Jalan Gandaria–Cilodong hingga Parung Bogor Rampung dalam Sebulan

Bogor, MAHATVA.ID — Kementerian Pekerjaan Umum menargetkan perbaikan jalan nasional pada ruas Gandaria–Cilodong hingga Parung, Bogor, Jawa Barat, rampung dalam waktu satu bulan. Langkah ini dilakukan guna meningkatkan keselamatan serta kenyamanan pengguna jalan di salah satu jalur vital penghubung wilayah Jabodetabek tersebut.

Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan bahwa pekerjaan yang sedang berjalan merupakan penyempurnaan dari perbaikan sebelumnya yang masih bersifat tambal sulam dan belum optimal.

“Kita memang sedang proses perbaikan dari Pasar Parung sampai titik Kemang, Parung. Kemarin-kemarin ada penambalan atau patching sana-sini, tapi belum sempurna. Kita pelan-pelan menyempurnakan. Mudah-mudahan dalam satu sampai dua bulan ini sudah selesai,” ujar Dody dalam keterangan tertulis, Minggu (1/3/2026).

Tekankan Kualitas dan Keselamatan

Menteri Dody menegaskan bahwa kualitas pekerjaan menjadi perhatian utama. Ia menyoroti hasil patching di beberapa titik yang belum rata dan masih terasa bergelombang, sehingga berpotensi membahayakan pengendara.

Untuk itu, ia menginstruksikan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional DKI Jakarta–Jawa Barat agar tidak hanya melakukan penambalan parsial, tetapi juga perbaikan menyeluruh secara bertahap sepanjang 25,1 kilometer dari Pasar Parung hingga Gandaria–Cilodong, sehingga kontur jalan menjadi lebih mulus dan aman.

1.463 Lubang, Mayoritas Sudah Ditangani

Sementara itu, Kepala BBPJN DKI Jakarta–Jawa Barat Rina Kumala Sari mengungkapkan bahwa terdapat 1.463 titik lubang di sepanjang ruas Gandaria–Cilodong hingga Parung.

“Sampai kemarin, sebanyak 1.200 lubang sudah kami tutup dan tersisa 263 titik. Dengan tim patching yang terus bekerja di lapangan, kami targetkan dalam lima hari ke depan seluruh lubang sudah tertangani sehingga masyarakat dapat melintas dengan lebih aman dan nyaman,” jelas Rina.

Selain penambalan lubang, BBPJN DKI Jabar juga melakukan pembersihan bahu jalan dari rumput liar serta normalisasi saluran drainase. Upaya ini bertujuan memastikan aliran air berjalan optimal dan mencegah kerusakan jalan berulang, terutama saat musim hujan.

Perbedaan Struktur Jalan Jadi Penyebab

Rina menambahkan, salah satu penyebab utama kerusakan jalan di ruas tersebut adalah perbedaan struktur perkerasan. Jalur cepat sebagian masih menggunakan perkerasan lentur (aspal/flexible pavement), sementara jalur lainnya telah menggunakan perkerasan kaku (rigid pavement/beton).

“Lubang sering terjadi di antara pekerjaan rigid dengan aspal. Jaminan agar tidak ada lubang lagi adalah mengganti seluruh jalur aspal menjadi beton,” ujarnya.

Melalui percepatan penanganan ini, Kementerian PU memastikan perbaikan dilakukan secara bertahap, terukur, dan berfokus pada keselamatan pengguna jalan serta peningkatan kualitas layanan infrastruktur nasional.

Terkini