berita

MUI Kutuk Serangan AS ke Iran saat Ramadan, Desak Indonesia Keluar dari Board of Peace

Senin, 2 Maret 2026 | 09:43 WIB
MUI Kutuk Serangan AS ke Iran saat Ramadan, Desak Indonesia Keluar dari Board of Peace

Jakarta, MAHATVA.ID – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengutuk keras serangan bersenjata yang dilakukan Amerika Serikat terhadap Iran di tengah bulan suci Ramadan. MUI juga mendesak pemerintah Indonesia untuk mengambil sikap tegas dengan keluar dari Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian bentukan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Dalam siaran pers Nomor Kep-28/DP-MUI/III/2026 tertanggal Minggu (1/3/2026), MUI menyatakan Ramadan seharusnya menjadi bulan yang dihormati seluruh umat manusia, khususnya umat Islam yang tengah menjalankan ibadah puasa secara serentak.

“MUI mengutuk serangan Israel yang didukung oleh Amerika karena bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan Pembukaan UUD 1945,” demikian pernyataan resmi MUI.

Sampaikan Duka atas Gugurnya Ali Khamenei

Dalam pernyataannya, MUI juga menyampaikan duka mendalam atas gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang disebut meninggal akibat serangan Israel-Amerika pada 28 Februari 2026.

“Kita menyampaikan Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Sebagai syahada kita doakan semoga menjadi penghuni surga, Aamin,” tulis MUI.

Soroti Eskalasi Konflik Timur Tengah

MUI turut menyinggung serangan balasan Iran ke sejumlah negara Teluk yang menjadi basis militer Amerika Serikat. Menurut MUI, serangan tersebut merupakan bentuk pembalasan atas serangan awal yang menyasar pangkalan militer dan dinilai berada dalam koridor hukum internasional.

MUI menegaskan, untuk menghindari eskalasi konflik yang lebih luas, Amerika dan Israel harus segera menghentikan serangan ke Iran karena dinilai bertentangan dengan Pasal 2 Ayat (4) Piagam PBB.

Serangan militer Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran juga disebut sebagai eskalasi serius yang berpotensi menyeret kawasan Timur Tengah ke dalam konflik terbuka yang lebih luas.

Menurut MUI, situasi ini tidak dapat dipandang sebagai insiden terpisah, melainkan bagian dari konfigurasi geopolitik yang lebih besar. Mereka menduga terdapat motif strategis untuk melemahkan posisi Iran di kawasan sekaligus membatasi dukungan terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.

Desak Indonesia Keluar dari Board of Peace

Dalam konteks konflik Israel-Palestina, MUI menilai Amerika Serikat yang memainkan peran sentral melalui Board of Peace kini menghadapi pertanyaan besar terkait komitmen terhadap perdamaian yang adil.

Karena itu, MUI mendesak pemerintah Indonesia untuk mencabut keanggotaan dari Board of Peace yang dinilai tidak efektif dalam mewujudkan perdamaian sejati di Palestina.

“MUI menyerukan kepada PBB dan OKI untuk melakukan langkah-langkah maksimal menghentikan perang dan menghormati hukum internasional. MUI berkeyakinan bahwa perang hanya akan mendatangkan kemudharatan global,” ujar MUI.

Selain itu, MUI juga mengajak umat Islam di berbagai belahan dunia untuk memperbanyak doa dan melaksanakan Qunut Nazilah sebagai bentuk solidaritas terhadap umat Muslim yang mengalami kesulitan dan penindasan.

Terkini