“Stabilitas dan perdamaian tidak dibangun melalui ancaman timbal balik atau melalui senjata, melainkan hanya melalui dialog yang rasional, tulus, dan bertanggung jawab,” tegas Sri Paus.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi berdampak luas terhadap keamanan internasional. Seruan dari Vatikan ini menegaskan kembali posisi Gereja Katolik yang konsisten mendorong penyelesaian konflik melalui diplomasi dan penghormatan terhadap hukum internasional.
Dengan pesan yang lugas dan terukur, Paus Leo mengingatkan bahwa setiap keputusan politik dan militer membawa konsekuensi kemanusiaan. Di tengah situasi global yang rentan, Paus menyerukan agar dialog kembali ditempatkan sebagai instrumen utama untuk menjaga stabilitas dan mencegah penderitaan yang lebih luas.