berita

Indonesia Serukan Dialog Damai atas Perang Afghanistan-Pakistan, 43 WNI di Kabul Dilaporkan Aman

Sabtu, 28 Februari 2026 | 11:52 WIB
Indonesia Serukan Dialog Damai atas Perang Afghanistan-Pakistan, 43 WNI di Kabul Dilaporkan Aman

MAHATVA.ID – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu) berharap konflik yang berujung perang antara Afghanistan dan Pakistan dapat segera diselesaikan melalui jalur dialog dan deeskalasi.

Juru Bicara Kemenlu, Vahd Nabyl, menyampaikan bahwa Indonesia mendorong kedua negara untuk menahan diri dan mengedepankan penyelesaian damai atas konflik yang semakin memanas.

“Tentu terkait dengan perkembangan antara Pakistan dan Afghanistan, Indonesia berharap bahwa kedua negara ini bisa menyelesaikan permasalahan secara damai, mengedepankan dialog, dan melakukan deeskalasi,” ujar Vahd Nabyl di kantor Kemenlu, Jakarta, Jumat (27/2/2026).

43 WNI di Afghanistan dalam Kondisi Aman

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Heni Hamidah memastikan bahwa seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Afghanistan dalam kondisi aman.

Menurut data Kemenlu, saat ini terdapat 43 WNI yang tinggal di Afghanistan, dengan 15 orang di antaranya merupakan keluarga besar Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kabul (KBRI Kabul).

“Dan seluruh WNI di Afghanistan dilaporkan dalam kondisi aman. Mengingat WNI di KBRI Kabul tentunya bukan targeted parties dari konflik ini,” ujar Heni.

Sebagai langkah mitigasi, KBRI Kabul telah mengimbau seluruh WNI untuk meningkatkan kewaspadaan, membatasi perjalanan di luar domisili, serta menghindari instalasi pemerintahan dan pusat keramaian yang berpotensi menjadi sasaran konflik.

Perang Terbuka Pakistan-Afghanistan

Perang antara Pakistan dan Afghanistan pecah pada Jumat (27/2/2026) setelah pasukan Islamabad melancarkan serangan udara ke sejumlah kota besar, termasuk ibu kota Kabul dan kota Kandahar.

Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, menyatakan bahwa Islamabad dan Kabul kini berada dalam “perang terbuka” setelah rangkaian bentrokan balasan yang terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Wartawan AFP melaporkan terdengar ledakan dan jet tempur melintas di atas Kabul hingga menjelang fajar. Serangan juga dilaporkan menyasar Kandahar, yang menjadi basis kekuasaan otoritas Taliban di wilayah selatan.

Di wilayah perbatasan Torkham, suara tembakan terdengar sekitar pukul 09.30 waktu setempat. Salah satu kamp penampungan warga Afghanistan yang kembali dari Pakistan juga terdampak pertempuran malam sebelumnya.

“Anak-anak, perempuan, dan orang tua berlarian,” ujar Gander Khan (65), warga Afghanistan yang baru kembali, di depan deretan tenda kamp Omari.

Sementara itu, situasi di Kabul relatif tenang setelah fajar, bertepatan dengan hari Jumat di bulan Ramadan, tanpa peningkatan signifikan kehadiran aparat keamanan atau pos pemeriksaan.

Indonesia Dorong Stabilitas Kawasan

Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan situasi dan memastikan keselamatan WNI di wilayah terdampak konflik. Indonesia juga kembali menegaskan pentingnya penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi guna menjaga stabilitas kawasan Asia Selatan.

Terkini