berita

AHY Ungkap Krisis Kapasitas Air Nasional, Dorong Strategi “Warung Jamu” untuk Kemandirian Air Indonesia

Kamis, 26 Februari 2026 | 17:14 WIB
AHY Ungkap Krisis Kapasitas Air Nasional, Dorong Strategi “Warung Jamu” untuk Kemandirian Air Indonesia

Jakarta, MAHATVA.ID – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa Indonesia masih membutuhkan kapasitas penampungan air yang lebih memadai guna mewujudkan kemandirian air nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan AHY dalam forum Water Town Hall Meeting yang digelar di Gedung Kemenko Infrastruktur, Jakarta, Selasa (23/2/2026).

74 Persen Air untuk Irigasi, 70 Persen Sungai Tercemar

AHY memaparkan, penggunaan air di Indonesia saat ini masih didominasi sektor irigasi sebesar 74 persen. Sementara itu, kebutuhan rumah tangga hanya 9 persen, industri 6 persen, dan sektor komersial 3 persen.

Di sisi lain, Indonesia menghadapi persoalan serius terkait kualitas air. Sebanyak 70 persen sungai di Tanah Air dilaporkan mengalami pencemaran, yang menjadi hambatan besar dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air.

“Masalah utama yang kita hadapi adalah ketimpangan antara suplai dan permintaan air, terutama di Pulau Jawa yang dihuni sekitar 150 juta penduduk,” ujar AHY.

Kapasitas Tampungan Air Indonesia Masih Rendah

Dari sisi kapasitas penampungan, Indonesia tercatat hanya memiliki 71 meter kubik air per kapita. Angka ini dinilai masih jauh di bawah standar ideal 100 hingga 150 meter kubik per kapita.

Jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Thailand dan Vietnam, kapasitas penyimpanan air Indonesia masih tertinggal.

“Kapasitas ini perlu kita tingkatkan agar ketahanan air nasional semakin kuat,” tegas AHY.

Strategi “Warung Jamu” untuk Ketahanan Air

Untuk menjawab tantangan tersebut, AHY memperkenalkan strategi bertajuk “Warung Jamu” yang merupakan akronim dari Waktu, Ruang, Jumlah, dan Mutu.

1. Waktu
Mengatasi kekurangan air saat musim kemarau dan kelebihan air saat musim hujan melalui pembangunan bendungan, kolam retensi, serta teknologi groundwater recharge.

2. Ruang
Mengurangi ketimpangan lokasi antara sumber air dan populasi dengan sistem transmisi pipa serta inter-basin transfer.

3. Jumlah
Meningkatkan kapasitas penyimpanan air dan pemanfaatan teknologi desalinasi, khususnya bagi wilayah pesisir.

4. Mutu
Memperkuat pengelolaan sampah dan limbah serta monitoring kualitas air secara berkelanjutan demi menjaga kesehatan masyarakat.

Target 100 Persen Akses Air Bersih 2045

AHY juga menyoroti rendahnya cakupan air perpipaan nasional. Saat ini, baru sekitar 20 persen penduduk Indonesia yang terhubung dengan jaringan air perpipaan.

Halaman:

Terkini