JAKARTA, MAHATVA.ID – Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, buka suara terkait rencana impor 105.000 unit pikap dan truk buatan pabrikan otomotif India untuk mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Nilai kontrak pengadaan tersebut disebut mencapai Rp24,66 triliun.
Dalam keterangannya kepada yang dikutip, Sabtu (21/2/2026), Joao menegaskan bahwa langkah impor dilakukan dengan pertimbangan efisiensi dan efektivitas pembangunan koperasi di seluruh Indonesia.
“Dalam melakukan pengadaan sarana dan prasarana termasuk kendaraan, kami memprioritaskan dulu produk-produk yang ada di Indonesia atau yang selama ini beredar di Indonesia,” ujar Joao.
Menurutnya, prinsip utama Agrinas adalah menjalankan amanat Presiden untuk memastikan pembangunan berjalan efisien, efektif, dan tepat guna, tanpa mengorbankan kualitas fasilitas yang diberikan kepada masyarakat desa.
Prioritaskan Efisiensi dan Keadilan Kompetisi
Joao menjelaskan, pengadaan kendaraan dilakukan dengan prinsip persaingan usaha yang adil (fair). Agrinas membuka ruang kompetisi bagi produsen agar masyarakat memperoleh harga terbaik dengan nilai maksimal dari setiap anggaran yang dikeluarkan.
“Fair itu menjadi penting. Silakan produsen berkompetisi secara sehat, sehingga masyarakat mendapatkan harga terbaik,” katanya.
Untuk pengadaan truk roda enam, Agrinas mengklaim telah memaksimalkan serapan industri dalam negeri, termasuk karoseri lokal yang disebut terserap hingga 80–90 persen untuk program tersebut.
Namun, di sisi lain, Agrinas juga mempertimbangkan kebutuhan pelaku usaha logistik nasional agar tidak terganggu akibat lonjakan permintaan kendaraan dalam skala besar.
“Dengan melakukan impor ini, kita tidak memutus mata rantai distribusi yang sudah berjalan. Justru kita memperkuat dan menambah kapasitas distribusi,” tegas Joao.
Gandeng Mahindra dan Tata Motors
Sebagai bagian dari pengadaan tersebut, dua pabrikan otomotif asal India, yakni Mahindra & Mahindra dan Tata Motors, akan memasok 35.000 unit pikap serta 75.000 unit pikap dan truk kepada Agrinas.
Kendaraan tersebut akan digunakan untuk mendukung operasional KDKMP, modernisasi rantai pasok desa, serta penguatan distribusi pangan nasional.
Joao menegaskan bahwa Mahindra dan Tata Motors merupakan perusahaan otomotif global dengan rekam jejak yang kuat dan reputasi internasional.
“Kita menggandeng perusahaan-perusahaan terbaik agar masyarakat mendapatkan fasilitas kendaraan yang sesuai kebutuhan wilayah dan karakter lahan di desa,” ujarnya.
Dukung Ketahanan Pangan dan Rantai Pasok Desa
Program pengadaan kendaraan ini disebut sebagai bagian dari strategi memperkuat distribusi logistik Koperasi Merah Putih di berbagai daerah. Dengan dukungan armada pikap dan truk, diharapkan distribusi hasil pertanian, pangan, dan kebutuhan pokok desa dapat berjalan lebih efisien.