berita

Pemkab Bogor Mulai Susun Pra-RKPD 2027, Fokus Infrastruktur, Kesehatan, dan Pendidikan

Senin, 9 Februari 2026 | 23:23 WIB
Pemkab Bogor Mulai Susun Pra-RKPD 2027, Fokus Infrastruktur, Kesehatan, dan Pendidikan

Bogor, MAHATVA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mulai menyiapkan penyusunan pra-Rencana Kerja Perangkat Daerah (Pra-RKPD) Tahun 2027 sebagai langkah awal untuk menentukan arah pembangunan daerah agar tetap selaras dengan visi dan misi jangka panjang.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa tahapan awal ini sangat penting untuk memastikan seluruh kebijakan dan program prioritas yang telah dirancang tidak terlewat dalam perencanaan pembangunan ke depan.

“Perencanaan pembangunan harus tetap terarah, tidak melebar tanpa tujuan, dan berpedoman pada rencana kerja jangka menengah yang sudah disusun,” tegas Rudy.

Selain menyiapkan arah pembangunan 2027, Pemkab Bogor juga melakukan evaluasi terhadap program yang telah berjalan pada tahun 2025. Evaluasi ini dilakukan untuk menentukan program mana yang perlu dilanjutkan, ditingkatkan, maupun diperbaiki berdasarkan hasil pelaksanaan dan masukan dari masyarakat.

Fokus Lima Tahun: Infrastruktur, Kesehatan, dan Pendidikan

Untuk lima tahun ke depan, Pemkab Bogor menetapkan fokus pembangunan pada tiga sektor utama, yakni infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan. Di sektor infrastruktur, pemerintah memprioritaskan perbaikan jalan serta jaringan irigasi guna mendukung mobilitas masyarakat dan ketahanan pangan.

Di sektor kesehatan, Pemkab Bogor menargetkan pengembangan rumah sakit daerah berbasis layanan spesialis. RSUD Cibinong diarahkan menjadi rumah sakit khusus kanker, sementara RSUD Ciawi dipersiapkan sebagai rumah sakit rujukan khusus jantung karena didukung tenaga medis spesialis yang memadai.

Meski dikembangkan sebagai rumah sakit khusus, Rudy menegaskan pelayanan kesehatan umum bagi masyarakat tetap berjalan seperti biasa. “Pengembangan ini bertujuan agar arah pembangunan kesehatan lebih terstruktur dan memiliki output yang jelas setiap tahunnya,” ujarnya.

Evaluasi Dana BOS untuk Perbaikan Sekolah

Di bidang pendidikan, Pemkab Bogor meminta Dinas Pendidikan melakukan kajian ulang pemanfaatan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), khususnya untuk perbaikan infrastruktur sekolah.

Dengan total dana BOS mencapai sekitar Rp900 miliar, pemerintah mendorong agar hingga 20 persen dana BOS dapat dimanfaatkan untuk perbaikan ringan sekolah, seperti plafon dan fasilitas rusak, tanpa harus menunggu bantuan dari dinas terkait.

“Langkah ini diharapkan dapat mempercepat rehabilitasi sekolah sehingga proses belajar mengajar tidak terganggu,” kata Rudy.

Musrenbang dan Blueprint Lima Tahunan

Persiapan Pra-RKPD ini dilakukan menjelang pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD, setelah Musrenbang tingkat desa dan kecamatan rampung dilaksanakan.

Pemerintah menegaskan setiap sektor wajib memiliki blueprint atau peta jalan pembangunan lima tahunan, baik di bidang pendidikan maupun kesehatan, agar pembangunan berjalan terstruktur dan tidak bergantung pada subjektivitas pimpinan daerah.

Pangan Murah Jelang Ramadan

Menjelang bulan suci Ramadan, Pemkab Bogor juga memperkuat program Gerakan Pangan Murah. Dinas Ketahanan Pangan bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) diminta memetakan desa-desa dengan jumlah masyarakat kurang mampu yang tinggi.

Program ini akan difokuskan pada wilayah tersebut untuk menekan potensi kenaikan harga kebutuhan pokok seperti beras, telur, dan daging ayam menjelang Ramadan dan Idulfitri.

Halaman:

Terkini