berita

Presiden Prabowo Tekankan Reformasi Perizinan dan Penguatan Investasi Usai Ekonomi Tumbuh 5,12%

Kamis, 7 Agustus 2025 | 07:04 WIB
Presiden Prabowo Tekankan Reformasi Perizinan dan Penguatan Investasi Usai Ekonomi Tumbuh 5,12%

Jakarta, MAHATVA.ID - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan arahan strategis kepada jajaran Kabinet Indonesia Maju dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Rabu (6/8), terkait capaian pertumbuhan ekonomi nasional triwulan II (Q2) tahun 2025 yang mencapai 5,12 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Capaian tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan G20 dan ASEAN. Selain itu, pemerintah mencatat bahwa dalam periode Februari 2024 hingga Februari 2025, terjadi peningkatan signifikan penyerapan tenaga kerja sebesar 3,59 juta orang.

Dalam konferensi pers usai sidang, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa Presiden Prabowo menekankan pentingnya peningkatan daya saing nasional, salah satunya melalui reformasi perizinan usaha.

“Bapak Presiden menekankan kemudahan perizinan usaha sebagai prioritas. Pemerintah telah mengeluarkan PP terkait kemudahan perizinan melalui metode fiktif positif, yang perlu segera disosialisasikan ke seluruh lembaga agar sistem OSS dapat berjalan optimal,” ujar Airlangga.

Fokus Semester II-2025: Konsumsi, Investasi, dan Ekspor

Pemerintah akan terus memperkuat langkah strategis untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi pada semester II-2025, dengan fokus pada peningkatan konsumsi rumah tangga, daya beli masyarakat, serta dorongan terhadap investasi dan ekspor, khususnya melalui pengembangan kawasan industri.

Sebagai bagian dari penguatan sektor riil, pemerintah juga telah meluncurkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan untuk kontraktor UMKM, guna melengkapi skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Selain itu, insentif PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 100% untuk rumah hingga Rp2 miliar diperpanjang hingga akhir 2025.

Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), pemerintah tengah menyiapkan stimulus konsumsi, termasuk percepatan produksi di sektor-sektor padat karya.

Airlangga juga menyampaikan bahwa pembahasan APBN 2026 akan diumumkan langsung oleh Presiden pada 15 Agustus mendatang, menegaskan bahwa investasi akan tetap menjadi kunci pertumbuhan ekonomi nasional.

“Target investasi sebesar Rp1.900 triliun pada 2025 masih dalam jangkauan, melihat tren realisasi yang positif hingga semester I tahun ini,” jelasnya.

Pariwisata dan Event Internasional Jadi Sorotan

Presiden Prabowo juga menaruh perhatian terhadap sektor pariwisata, termasuk dengan memerintahkan kemudahan akses melalui bandara dan pelabuhan internasional di destinasi wisata utama. Ia juga mendorong keberlanjutan penyelenggaraan event internasional seperti MotoGP Mandalika dan F1 Powerboat Danau Toba, sebagai bagian dari strategi peningkatan daya saing pariwisata nasional dan penggerak ekonomi daerah.

Dalam rapat tersebut turut hadir sejumlah menteri koordinator, termasuk Zulkifli Hasan (Pangan), Agus Harimurti Yudhoyono (Infrastruktur dan Kewilayahan), Abdul Muhaimin Iskandar (Pemberdayaan Masyarakat), serta Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Hasan Nasbi.

Terkini