berita

Pasca Munas II di Palu, PJS Umumkan Kepengurusan Baru dan Mantapkan Langkah Jadi Konstituen Dewan Pers

Kamis, 7 Agustus 2025 | 21:16 WIB
Pasca Munas II di Palu, PJS Umumkan Kepengurusan Baru dan Mantapkan Langkah Jadi Konstituen Dewan Pers

JAKARTA, MAHATVA.ID -Pasca pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) II di Palu, Sulawesi Tengah, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pro Jurnalismedia Siber (PJS) langsung tancap gas melakukan konsolidasi organisasi secara nasional. Rabu malam (6/8/2025), Ketua Umum DPP PJS, Mahmud Marhaba, memimpin rapat perdana yang diperluas secara virtual bersama seluruh pengurus pusat dan daerah dari Sabang hingga Merauke.

Dalam rapat penting ini, Mahmud secara resmi mengumumkan struktur kepengurusan baru DPP PJS periode 2025–2026. Wajah-wajah baru mewarnai komposisi kepengurusan, menandai semangat segar dan komitmen kuat untuk mempercepat transformasi organisasi menuju target utama: menjadi konstituen Dewan Pers.

“Kami telah menyerahkan surat permohonan pendaftaran resmi sebagai konstituen Dewan Pers, lengkap dengan dokumen pendukung, usai Munas II lalu. Ini adalah langkah strategis PJS untuk memperkuat posisi dalam ekosistem pers nasional,” tegas Mahmud Marhaba.

Fokus PJS: Kompetensi Wartawan dan Advokasi Profesional

Mahmud menjelaskan bahwa dalam periode ini, DPP PJS akan fokus pada beberapa program prioritas, yakni:

Pelatihan dan pendidikan jurnalistik berkualitas,

Penyelenggaraan Uji Kompetensi Wartawan (UKW),

Pembahasan dan pengesahan Pedoman Organisasi (PO) untuk penanganan kasus kekerasan terhadap wartawan,

Peningkatan jejaring melalui kerja sama kelembagaan berbasis MoU nasional dan daerah.

Rencananya, PO kekerasan terhadap wartawan akan disahkan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-4 PJS di Bangka Belitung, Oktober 2025 mendatang.

Penguatan Etika dan Ketahanan Pers Digital

Ketua Dewan Pakar PJS, Rizaludin Kurniawan, M.Si, menekankan pentingnya penguatan kapasitas wartawan dalam menghadapi tantangan era digital dan globalisasi.

“PJS harus menjadi garda terdepan dalam membentuk jurnalis tangguh yang adaptif terhadap dinamika teknologi dan tetap memegang teguh prinsip independensi serta keberimbangan,” ujar Rizaludin.

Sementara itu, Ketua Dewan Penasehat, H.M. Farid Aljawi, SE., MH, menaruh harapan besar agar seluruh pengurus menjalankan tugas dengan integritas dan profesionalisme demi mewujudkan cita-cita PJS menjadi salah satu pilar demokrasi yang kredibel di Indonesia.

Halaman:

Terkini