berita

Menkeu Sri Mulyani: Belanja Negara Jadi Instrumen Pemerataan dan Peningkatan Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 3 September 2025 | 14:18 WIB
Menkeu Sri Mulyani: Belanja Negara Jadi Instrumen Pemerataan dan Peningkatan Kesejahteraan Rakyat

Jakarta, MAHATVA.ID – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa belanja negara melalui belanja kementerian/lembaga (K/L) dan transfer ke daerah (TKD) merupakan instrumen strategis dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat sekaligus mempercepat pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.

“APBN melalui belanja K/L dan TKDD menunjukkan upaya untuk terus melakukan redistribusi dan pemerataan di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Menkeu dalam Rapat Kerja bersama Komite IV DPD RI dengan agenda pembahasan RUU APBN Tahun Anggaran 2026 dan Nota Keuangan, Selasa (2/9/2025).

Alokasi Belanja Per Kapita RAPBN 2026

Dalam RAPBN 2026, alokasi belanja K/L dan TKDD per kapita menunjukkan variasi antarwilayah sesuai karakteristik, tantangan, dan potensi daerah:

  • Sumatera: Rp6,5 juta per kapita

  • Kalimantan: Rp8,5 juta per kapita

  • Sulawesi: Rp7,3 juta per kapita

  • Jawa: Rp5,1 juta per kapita

  • Bali–Nusa Tenggara: Rp6,4 juta per kapita

  • Maluku–Papua: Rp12,5 juta per kapita

Belanja tersebut diarahkan untuk mendukung program prioritas pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, dan Cek Kesehatan Gratis (CKG).

TKD 2026 Capai Rp650 Triliun

Selain belanja K/L, pemerintah juga menyiapkan Transfer ke Daerah (TKD) 2026 sebesar Rp650 triliun. Dana ini dialokasikan untuk belanja pegawai, operasional, hingga pelayanan publik seperti sekolah dan puskesmas.

Rinciannya antara lain:

  • Dana Bagi Hasil: Rp45,1 triliun

  • Dana Alokasi Umum: Rp373,8 triliun

Halaman:

Terkini