berita

Mendagri Tito Karnavian Siapkan Langkah Strategis Stabilkan Harga Beras di 214 Kabupaten

Kamis, 4 September 2025 | 20:05 WIB
Mendagri Tito Karnavian Siapkan Langkah Strategis Stabilkan Harga Beras di 214 Kabupaten

Jakarta, MAHATVA.ID – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan pemerintah akan mengambil langkah-langkah strategis untuk menstabilkan harga beras yang saat ini tercatat melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) di 214 kabupaten/kota.

“Pemerintah bakal lebih aktif mengintervensi pasar untuk menekan kenaikan harga. Instrumen utamanya adalah penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta bantuan pangan beras 10 kilogram,” ujar Tito di Jakarta, Rabu (3/9/2025).

Menurut Tito, kebijakan intervensi pasar ini terbukti efektif. Ia mencatat mulai terjadi penurunan harga beras di sejumlah daerah setelah distribusi SPHP dilakukan secara masif.

Intervensi Pasar Dinilai Langkah Tepat

Analis politik Universitas Nusa Cendana, Kupang, Yohanes Jimmy Nami, menilai langkah intervensi pasar adalah strategi taktis yang tepat untuk meredam gejolak harga.
“Pangan sebagai kebutuhan primer masyarakat sudah seharusnya selalu dijaga ketersediaannya, dan pemerintah punya kewajiban utama untuk menjamin itu,” katanya.

Jimmy menegaskan intervensi pasar cukup efektif dalam jangka pendek, selama tidak ada oknum yang memanfaatkan situasi. Namun, ia mengingatkan pentingnya strategi komprehensif untuk jangka panjang.

Dorongan Produksi dan Distribusi

Menurutnya, pemerintah perlu memperkuat produksi di tingkat petani dengan kebijakan pro-petani, seperti penyediaan bibit dan pupuk, serta memastikan distribusi yang merata di seluruh wilayah. Ia juga menekankan pentingnya mitigasi bencana untuk mencegah kerawanan pangan.

“Langkah ini membutuhkan kolaborasi antar-institusi, termasuk Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pertanian,” tegas Jimmy.

Inflasi Beras Mulai Melandai

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan harga beras memang masih naik di 214 kabupaten/kota pada Agustus 2025. Namun, inflasi beras tercatat mulai melandai dibanding bulan sebelumnya.

Secara bulanan, inflasi beras pada Agustus sebesar 0,73 persen, lebih rendah dari Juli 2025. Dampaknya terhadap inflasi umum juga menurun. Sebagian besar daerah luar Jawa masih mencatat harga beras di atas acuan pemerintah.

“Inflasi beras pada bulan Agustus sebesar 0,73 persen dibandingkan bulan sebelumnya, relatif lebih rendah dibandingkan Juli,” jelas Deputi BPS, Winny, dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi 2025 di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Selasa (2/9/2025).

Terkini