berita

Darya-Varia Luncurkan Program Beasiswa D-STAR 2025, Dorong Riset Herbal oleh Mahasiswi Farmasi

Senin, 1 September 2025 | 22:19 WIB
Darya-Varia Luncurkan Program Beasiswa D-STAR 2025, Dorong Riset Herbal oleh Mahasiswi Farmasi

Jakarta, MAHATVA.ID — PT Darya-Varia Laboratoria Tbk kembali meluncurkan program D-STAR 2025 (Darya-Varia Scholarship for Talented and Aspiring Women Researchers), sebuah program beasiswa riset yang secara khusus ditujukan bagi mahasiswi berbakat di bidang farmasi. Tahun ini, D-STAR memfokuskan pengembangan riset berbasis herbal dan kekayaan hayati Indonesia yang dinilai memiliki potensi besar bagi masa depan kesehatan nasional. (01/09/2025).

Program D-STAR 2025 menjadi bagian dari rangkaian perayaan menuju 50 tahun Darya-Varia, sekaligus wujud komitmen perusahaan dalam membuka akses yang lebih luas bagi talenta perempuan untuk berkembang di jalur riset farmasi yang penuh tantangan.

“Inovasi di bidang kesehatan tidak bisa lahir dari satu sudut pandang saja. Kita membutuhkan keberagaman ide, pendekatan, dan pengalaman agar solusi yang dihasilkan benar-benar relevan dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ujar Presiden Direktur PT Darya-Varia Laboratoria Tbk, dr. Ian Kloer.

Ia menegaskan, melalui program D-STAR, Darya-Varia ingin memberikan ruang bagi generasi muda, khususnya yang memiliki minat kuat di bidang riset, untuk berkembang dan mengubah gagasan menjadi kontribusi nyata.

“Bagi kami, penelitian bukan sekadar tugas akhir di kampus, tetapi sebuah proses yang dapat melahirkan manfaat nyata bagi masa depan kesehatan yang lebih adaptif dan berkelanjutan,” tambahnya.

Fokus Pemberdayaan Peneliti Wanita

D-STAR secara khusus ditujukan bagi mahasiswi karena Darya-Varia memandang perempuan memiliki peran strategis dalam membentuk masa depan riset kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan. Meski jumlah perempuan di bidang farmasi cukup signifikan, perusahaan menilai perlu adanya dukungan aktif untuk membuka akses yang lebih setara dalam riset inovatif dan kepemimpinan akademik.

Program ini juga sejalan dengan komitmen keberlanjutan perusahaan dalam mendorong pemberdayaan perempuan di sektor kesehatan dan farmasi.

Lebih dari sekadar beasiswa, para penerima D-STAR 2025 akan memperoleh beasiswa riset senilai Rp30 juta, pelatihan intensif, pendampingan dari praktisi industri dan akademisi, serta kesempatan memperluas jejaring profesional. Fokus riset diarahkan pada integrasi ilmu pengetahuan modern dengan pemanfaatan tanaman obat asli Indonesia yang memiliki nilai budaya dan ekonomi tinggi.

Apresiasi dari Dunia Akademik

Head of Research and Development Division Darya-Varia, Lilis, menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk memberdayakan mahasiswi agar mengambil peran strategis dalam riset kesehatan.

“Kami percaya peningkatan partisipasi peneliti wanita akan memperkuat fondasi riset farmasi Indonesia, memperkaya sudut pandang ilmiah, dan menghasilkan penelitian yang lebih relevan bagi masyarakat,” ujarnya.

Program D-STAR 2025 juga mendapat sambutan positif dari kalangan akademisi. Dekan Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Prof. apt. Junaidi Khotib, menilai D-STAR bukan sekadar beasiswa, melainkan kontribusi strategis bagi masa depan riset farmasi nasional.

Sementara itu, Dekan Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. apt. Satibi, menyebut D-STAR memberikan pengalaman berharga dalam membentuk pola pikir peneliti yang tangguh dan berorientasi pada dampak.

Hal senada disampaikan Dekan Sekolah Farmasi ITB, Prof. apt. Diky Mudhakir, yang menilai kekuatan D-STAR terletak pada kemampuannya menjembatani dunia akademik dan industri.

Halaman:

Terkini