KENDAL, MAHATVA.ID — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Kendal terus berinovasi dalam mendukung program ketahanan pangan melalui pengolahan hasil peternakan menjadi produk bernilai tambah. Salah satunya dilakukan dengan memproduksi telur asin dari telur bebek hasil peternakan lapas, Sabtu (10/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 43 butir telur bebek diolah menjadi telur asin menggunakan campuran garam dan abu sekam. Proses pengasinan dilakukan selama 12 hari sebelum telur siap diproses lebih lanjut menjadi produk pangan.
Kegiatan ini melibatkan peserta magang dan warga binaan dengan pendampingan petugas, Ayom Kusumo. Mereka berpartisipasi mulai dari menyiapkan bahan hingga menjalankan tahapan awal pengolahan telur.
Baca Juga: Lapas Cibinong Gelar Sidang TPP, Evaluasi Hak Integrasi Warga Binaan
Pemanfaatan telur bebek menjadi telur asin merupakan langkah untuk memperluas penggunaan hasil peternakan. Telur yang sebelumnya dimanfaatkan sebagai produk segar kini dapat diolah menjadi produk pangan dengan nilai guna yang lebih beragam.
Selain menghasilkan produk olahan, kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran praktis bagi peserta magang dan warga binaan. Mereka memperoleh pengalaman dalam mengembangkan keterampilan teknis, kreativitas, serta pemanfaatan potensi peternakan secara produktif.
Ayom Kusumo mengatakan, pengolahan telur asin menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan nilai tambah hasil peternakan Lapas Terbuka Kendal.
Baca Juga: Panen Kangkung di SAE Lapas Cibinong Jadi Sarana Pembinaan Kemandirian WBP
“Melalui pengolahan telur asin ini, kami mencoba memanfaatkan hasil peternakan agar memiliki lebih banyak nilai guna. Prosesnya membutuhkan ketelatenan, mulai dari persiapan bahan hingga menunggu pengasinan selama 12 hari. Harapannya, kegiatan ini dapat terus dikembangkan menjadi salah satu produk olahan pangan dari Lapas Terbuka Kendal,” ujarnya.
Telur Bebek Juga Dimanfaatkan untuk Penetasan
Selain diolah menjadi telur asin, sebagian telur bebek hasil peternakan Lapas Terbuka Kendal dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan populasi ternak.
Baca Juga: Panen Telur Ayam Meningkat, Lapas Terbuka Kendal Kembangkan Breeding Berkelanjutan
Telur-telur tersebut diproses melalui penetasan menggunakan mesin penetas telur otomatis. Pemanfaatan ini menjadi bagian dari pengelolaan hasil peternakan secara terpadu, baik untuk menghasilkan produk pangan maupun menjaga keberlanjutan budidaya unggas.
Kepala Lapas Terbuka Kendal, Nu’man Fauzi, menegaskan bahwa optimalisasi hasil peternakan merupakan bagian dari komitmen lapas dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan.
“Ketahanan pangan tidak hanya tentang menghasilkan bahan pangan, tetapi juga bagaimana mengelola dan mengembangkan hasil produksi agar memberikan manfaat yang lebih luas. Kami mendorong setiap potensi yang ada di Lapas untuk dimanfaatkan secara optimal, mulai dari budidaya ternak, penetasan telur, hingga pengolahan produk pangan,” ungkapnya.